STYLE “IT GUY”: Teza Sumendra

As seen on Style.com Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Penyanyi Soul RnB Indonesia, Teza Sumendra, yang Ingin Sukses Berkarya Tanpa Popularitas.

teza sumendra-cover

Creative Advisor: Indri Wulandari

Content Creator: A. Frida Aisha

Fotografi: Kika Amila

Lokasi: Fairmont Hotel, Jakarta

Penyanyi yang namanya sudah kian menanjak di ranah musik Indonesia, Teza Sumendra, mengaku sudah mulai mendalami musik sejak kecil berkat orang tuanya yang sering memberikan referensi. Wajah yang menarik plus suara khas Teza yang agak berat dan serak memang tidak jarang membuat para perempuan yang melihat performance-nya langsung jatuh hati. Tidak heran, this all-round sweet guy  sudah sering tampil di beberapa panggung musikal berkat suara indahnya. Namun, dibalik ketenaran tersebut, ternyata Teza mengaku kurang nyaman atas kepopulerannya, lho! Why so?  Simak ceritanya disini!


teza sumendra-1

Boleh ceritakan seperti apa background musik Teza?

Sebenarnya musik itu hobi dari kecil, sih. Turunan dari papa. Papa itu guru piano dan suka dengarkan lagu metal. Saya terbiasa mendengarkan lagu Stevie Wonder dan Michael Jackson, musik soul, RnB, dan metal. Lalu waktu kecil mulai dari les piano dan juga belajar vokal.

Jadi apa sebenarnya aliran/genre musik Teza?

Genre musik saya itu lebih ke Soul RnB, untuk albumnya sendiri lebih ke Neo Soul, karena saya gunakan campuran musik elektronik dan house juga. Pokoknya memang ada pengaruh musik zaman sekarang.

Kalau bisa dibandingkan dengan artis lain, seperti apa musik Teza Sumendra?

Siapa ya, hmm. Kalau influence saya ada tiga: D’Angelo, Musiq Soulchild dan Maxwell.

Would you ever try other genre?

Semenjak saya ikut musikal, mau nggak mau saya harus mulai dengerin Jazz, Broadway, Classical, dan Swing. Karena memang butuh untuk referensi cara mendalami peran teater musikal tersebut. Kalau ada orang yang dibilang “movie freak”, mungkin saya bisa disebut “music freak”, haha. Karena kalau saya suka satu lagu atau penyanyi, saya akan download satu album! Tapi memang, saya lebih nyaman dengan genre soul dan RnB.

Musik apa yang terakhir di-download?

Kalau dari tahun 2016 ini, saya sedang mendengarkan Anderson Paak. Terus, kemarin saya lagi dengarkan satu artis Korea yang menurut saya keren banget! Namanya DEAN. DEAN itu soloist dari Korea. Lagunya ada yang bahasa Inggris, ada yang bahasa Korea juga. Sebenarnya saya tidak terlalu dengar Korea, cuma setelah saya sering explore macam-macam lagu, ternyata ketemu artis Korea indie yang ternyata lebih bagus daripada artis Korea dengan label besar. Ada satu lagu dia yang enak, “Put My Hands on You” featuring Anderson Paak. Anderson Paak itu orang Amerika. Ini benar-benar 180 derajat berbeda dari musik Korea yang biasanya.


teza sumendra-7

Apa hal penting yang harus dijaga sebagai performer?

Hmm, yang pasti menjaga badan sih. Paling penting itu stamina, karena sangat menunjang performance. Delapan puluh persen dari lagu saya upbeat, jadi harus jaga stamina biar nggak cepat ngos-ngosan di panggung, haha.

How do feel about fame?

Actually that’s my struggle right now, haha. Saya selalu bertanya-tanya, “how to be successful without being famous?” Sejujurnya saya tidak terlalu ambisius, karena what I do now I do it with love and passion. Itu yang terus saya jalanin, dan semakin kesini Alhamdulillah, semakin banyak orang yang tahu. Tapi jujur saya cukup terganggu karena orang jadi sering ‘ngobrol’ di social media saya, haha. Tapi kembali lagi, itulah alasan saya buat lagu, untuk orang-orang mendengarkan. Kalau mereka sudah mulai ngomongin hal lain diluar musik saya, ya, saya tidak bisa kontrol itu, haha. Jadi gimana ya, cara menjadi sukses tanpa terkenal? Haha. Saya tidak pernah menargetkan album saya laku berapa juta copy, saya buat album ini purely untuk memiliki karya yang established. I just want people to listen to my music, not at my looks or things I post on Instagram. Jadi untuk  menyimpulkan, fame itu nomor 5, lah! The first is people listening to my music, get successful without being known and making money.

Apakah Teza punya “fans club”?

Sampai sekarang saya belum merasa pantas untuk membuat fan base atau fans club. Saya masih menyebut mereka “listeners”, yaitu orang-orang yang benar-benar mengapresiasi dan mendengarkan musik saya.

Apa inspirasi Teza untuk membuat musik?

Hmm, dalam lingkup kecil: people in Jakarta. Alasan saya bermusik adalah so they will listen.

Apa goal yang ingin Teza achieve?

Untuk memberi tahu orang kalau, “Ini lho, ada gue, musisi indie atau diluar label yang memiliki kesukaan musik atau genre yang belom ada di Indonesia.” Tapi ada goal yang saya inginkan, yaitu memiliki sebuah komunitas kecil, sekitar 50 orang yang into musik neo soul dan RnB. Itu goal saya.


teza sumendra-5

Bagaimana menurut Teza tentang online music?

Online music is very helpful. Sebagai pecinta musik, menurut saya sekarang semua serba mobile; jika ada musik baru, akan ada update di email. Pembuatan musik fisik itu lumayan mahal, karena butuh buat banyak copies, membuat layout bagus dan packaging yang menarik. Menurut saya CD atau fisik itu seperti skripsi anak kuliahan, itulah pembuktiannya Anda sudah membuat musik, haha. Jadi menurut saya, secara efesiensi, online. Secara proud, aesthetic dan artistik, saya lebih suka fisik.

Siapa musisi Indonesia favorit Teza?

Indra Lesmana. Mas Indra pernah menjadi mentor saya secara pribadi dan mengajak proyek bareng. Secara musik saya suka, dan secara personal, saya respect kepada dia. Menurut saya dia itu indigo! Dia memiliki kelebihan synesthesia, yaitu kelebihan dapat mencampurkan semua indranya. Contohnya, dia bisa mendengarkan warna, dan melihat suara. Jadi semua indranya bisa dicampurkan. Keren banget! Bakat itu yang menurut saya membuat dia pintar sekali membuat musik

Kalau bisa bernyanyi duet, mau sama siapa?

Kalau memang bisa ajak duet, saya akan ajak Cantika, Eva Celia dan Yura. Saya suka bgt sama suaranya mereka. Personally, saya kenal sama mereka, dan selera musik dan referensinya juga sama, jadi saya bisa relate. Saya ingin kerjasama dengan orang yang memiliki satu visi dan misi dalam genre musik yang sama.

What do you think about fashion?

My fashion guide is Google, haha. Saya tidak punya fashion stylist, jadi kalau mau pakai baju apa saja saya selalu menggunakan Google, mencari: “Men Urban Style” atau “Men Fashion Street Style.” Menurut saya fashion itu penting, karena sebagai seorang performer, audio yang baik harus ditunjang dengan visual yang baik.

Seperti apa “craziest fashion look” yang pernah Teza coba?

Kalau kribo itu, crazy gak sih? Haha. Anyway, saya pernah pakai suit dengan pattern berbeda-beda di panggung. Blazer bunga-bunga, celana army, dan kemejanya polkadot. Itu semua saya pilih sendiri, dan atas referensi Google, “Outstanding Men Suit” haha. Tapi saya percaya, karena saat saya ikut musikal, saya dikasih tahu apapun yang dipakai di panggung besar, senorak apapun, akan keliatan bagus setelah kena lampu dan backdrop. Karena itu untuk tontonan banyak orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s